Ini Pernyataan Sikap Menlu Indonesia bersama Menlu Solomon dan Menlu Fiji - Berjuang Tanpa Batas
Headlines News :

Bebas

Bebas
Home » » Ini Pernyataan Sikap Menlu Indonesia bersama Menlu Solomon dan Menlu Fiji

Ini Pernyataan Sikap Menlu Indonesia bersama Menlu Solomon dan Menlu Fiji

Written By Mesak Kedepa on Senin, 02 Maret 2015 | Senin, Maret 02, 2015

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, HE Retno LP Marsudi saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Fiji, Hon. Ratu Inoke Kubuabola. Foto: kemlu.go.id
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Pada 27 Februari 2015 lalu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi, dan Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Hon. Rimbink Pato telah melakukan pertemuan bilateral resmi pertama di Port Moresby, Papua Nugini, pada tanggal 27 Februari 2015. Pada pertemuan itu, mereka sepakati 14 pernyataan bersama (Baca: 14 Pernyataan Pers Bersama PNG-Indonesia).

Selanjutnya, pada 28 Februari 2015, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi tiba di Solomon dan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Hon.Milner Tozaka MP. Pernyataan mereka berisi 9 point. 

Point ke 7 berbunyi: Sebagai bagian dari realisasi komitmen Indonesia terhadap program pembangunan kapasitas negara-negara MSG, maka Indonesia akan memberikan US$ 20 juta atau sekitar Rp258 miliar. Kedua Menteri sepakat bahwa tim teknis akan bertemu tahun ini ke daerah-daerah dan akan dibahas lebih lanjut di mana program peningkatan kapasitas dapat diarahkan, sehingga dapat memberikan kontribusi terbaik untuk pengembangan Kepulauan Solomon. Menteri Luar Negeri Indonesia juga memberikan mesin pengolahan kerang-kerang dan modul pelatihan UKM untuk membuat perhiasan berbasis kerang yang akan dilakukan akhir tahun ini di Kepulauan Solomon.



Usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Hon.Milner Tozaka MP, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi melanjutkan perjalanan ke Fiji. Pada 1 Maret 2015, Retno mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Fiji, Hon. Ratu Inoke Kubuabola.

Seperti di PNG dan Fiji, HE Retno LP Marsudi dan Hon. Ratu Inoke Kubuabola membuat 10 pernyataan bersama. Baca selengkapnya: 
Fiji-Indonesia Joint Press Statement on the Outcome of the Meeting Between the Foreign Affairs Ministers of Fiji and Indonesia. (kemlu.go.id/Admin/MS)

Apakah dengan sebuah seminar lantas Papua Merdeka ? Apakah dengan aksi demo, menaikan bendera Papua, bintang Kejora Lantas Papua Merdeka Apakah orang papua yang menunutut Papua merdeka saat itu juga langsung merdeka? Apakah Papua merdeka itu seperti virus, apakah demo, bendera berkibar lantas banyak orang luar akan mati ? mengapa sikap berlebihan ditunjukan negara dengan kekuatan militernya untuk membungkam ruang demokrasi. Sangat-sangat tidak dibenarkan, aparat keamanan melakukan tindakan pembubaran seperti yang baru saja terjadi pada seminar ULMWP, baca di : lagi-polda-papua-tangkap-dan-bubarkan. Kalo toh kegiatannya seperti seminar, itukan hanya duduk bicara-bicara saja, bukan duduk kemudian mengatur sebuah rancangan serangan seperti teroris yang akan merugikan dan membunuh banyak orang. Aneh memang, tapi trapapa, ini bukti bahwa negara yang bernama indonesia yang saat ini nyata-nyata masih menduduki wilayah negara Papua. Tidak ada ruang kebebasan dalam menyampaikan hak hak politik, tidak ada ruang untuk menuntut pertanggungjawaban terhadap kesalahan sejarah masa lalu dan juga mengadili para pelanggar hak asasi manusia sejak awal pencaplokan hingga saat ini. Mengapa indonesia begitu takut terhadap riak-riak kecil yang terjadi, bukankah solusi terbaik adalah mendengarkan apa tuntutan rakyat Papua? Bukan sebaliknya terus menekan dan menekan setiap gerakan rakyat Papua yang ada. Negara indonesia boleh saja mengklaim wilayah dari sabang sampai merauke tapi tidak dengan orang Papua, karena wilayah dan tanah Papua adalah milik Orang Papua. Apa yang Orang Papua tuntut adalah hak Orang Papua; sehingga janganlah terus menampakan wajah negara indonesia dengan kekerasan yang sistematis dan terus terjadi untuk bungkam suara kebebasan. Lalu apa solusi bagi indonesia, Silahkan berikan ruang kebebasan bagi rakyat Papua untuk menentukan masa depannya, apakah harus tetap dengan indonesia atau berdaulat sebagai bangsa dan negara merdeka yang setara dan sejajar dengan indonesia. Catatan Phaul Heger

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
NTUKMU PEMERINTAH JAKARTA, INDONESIA Tidak ada yang tersembunyi dibawah kolong langit ini maupun diatas tanah air Papua Barat makanya kami percaya dengan berbagai pesan politik yang diposted melalui facebook beberapa hari ini jelang aksi 1 Mei 2013 tentu saudara/i di Jakarta maupun ditanah air Papua Barat turut membacanya dan menjadi catatan bersama. Tidak ada kerinduan lain, hanyalah satu yang pasti seperti biasanya adalah aksi-aksi protest dibawah kordinasi yang selama ini dilakukan atas nama perjuangan rakyat Papua Barat adalah bernafas damai, disiplin dan bertanggung-jawab. Saudara/i aktifist Papua Barat dididik untuk berkomunikasi secara terbuka dan positif kepada semua aparat setempat entah dalam persiapan ketika menyampaikan surat pemberitahuannya kepada pihak pemerintah Jakarta dalam hal ini kepada pihak aparat TNI POLRI ditanah air Papua Barat ataupun pihak aparat yang hadir dalam jalannya aksi damai sehingga saudara/i aktifist tentu merasa bertanggung-jawab secara baik dan disiplin dalam pengertian bersama. Bagaimanapun patut diakui bahwa masih terkesan belum ada perubahan yang besar terhadap kehidupan aktifitas politik rakyat Papua Barat selama ini karena masih selalu diperhadapkan dalam nilai-nilai ancaman, teror- intimidasi bahkan terancam DPO akan dibunuh oleh pihak aparat TNI POLRI ketika rakyat Papua Barat berjuang menyampaikan aspirasinya didalam kota secara terbuka, damai selama ini. Untuk meresponse ini, siapa saja tentu hal ini kita semua tidak ingin hal itu harus terjadi karena aparat TNI POLRI dan rakyat Papua Barat sudah tentu harus bersama-sama menjaga perdamaian ditanah air Papua Barat khususnya pemerintah Jakarta sudah saatnya harus mendewasakan aparat TNI POLRInya dalam penanganan konflik hukum secara adil dan beradab bagi aktifist-aktifist dan rakyat Papua Barat yang terus berjuang dengan damai dan disiplin didalam kota menyuarakan aspirasinya secara demokrasi alanya Papua Melanesia. Dengan demikian menjelang aksi rakyat Papua Barat 1 Mei mendatang, kiranya aparat TNI POLRIpun tidak harus menciptakan situasi yang tegang, penuh intimidasi atau apa menurut pengertian melanggar hak-hak asasi manusia dan tidak nyaman bagi masyarakat Papua Barat waktu berunjuk rasa aksi protest dilaksanakan. Karena itu sangat diharapkan dari pesan facebook yang terbaca beberapa hari ini setelah dikordinasi dengan saudara/i aktifist Papua Barat bahwa aksi rakyat Papua Barat akan berjalan dengan damai dan bertanggung-jawab dimana semua aktifitasnya sudah pasti memainkan alat musik khas Papua Barat mewarnai jalannya aksi pada hari dimaksud secara damai dan harmonis. Akhirnya, kamipun percaya, pemerintah Jakarta melalui pesan vertikal horinsontalnya kepada aparat TNI POLRI di tanah Papua Barat kiranya menjamin nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan rakyat Papua Barat dan bukan harus mengintimidasi dan atau lakukan tindakan kekerasan lainnya yang akan menjadi rekord kurang simpati dari masyarakat internasional kepada pemerintah Jakarta berkenaan dengan penanganan sejumlah pelanggaran Ham berat yang terjadi selama ini di Papua Barat. Sementara sharing yang bisa dibagikan menjadi pertimbangan kita semua baik pemerintah Indonesia, rakyat Papua Barat itu sendiri dan masyarakat internasional yang turut peduli dengan situasi tanah air Papua Barat. Salam Demokrasi Merdeka - Terima Kasih Herman Wainggai

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Apakah dengan sebuah seminar lantas Papua Merdeka ? Apakah dengan aksi demo, menaikan bendera Papua, bintang Kejora Lantas Papua Merdeka Apakah orang papua yang menunutut Papua merdeka saat itu juga langsung merdeka? Apakah Papua merdeka itu seperti virus, apakah demo, bendera berkibar lantas banyak orang luar akan mati ? mengapa sikap berlebihan ditunjukan negara dengan kekuatan militernya untuk membungkam ruang demokrasi. Sangat-sangat tidak dibenarkan, aparat keamanan melakukan tindakan pembubaran seperti yang baru saja terjadi pada seminar ULMWP, baca di : lagi-polda-papua-tangkap-dan-bubarkan. Kalo toh kegiatannya seperti seminar, itukan hanya duduk bicara-bicara saja, bukan duduk kemudian mengatur sebuah rancangan serangan seperti teroris yang akan merugikan dan membunuh banyak orang. Aneh memang, tapi trapapa, ini bukti bahwa negara yang bernama indonesia yang saat ini nyata-nyata masih menduduki wilayah negara Papua. Tidak ada ruang kebebasan dalam menyampaikan hak hak politik, tidak ada ruang untuk menuntut pertanggungjawaban terhadap kesalahan sejarah masa lalu dan juga mengadili para pelanggar hak asasi manusia sejak awal pencaplokan hingga saat ini. Mengapa indonesia begitu takut terhadap riak-riak kecil yang terjadi, bukankah solusi terbaik adalah mendengarkan apa tuntutan rakyat Papua? Bukan sebaliknya terus menekan dan menekan setiap gerakan rakyat Papua yang ada. Negara indonesia boleh saja mengklaim wilayah dari sabang sampai merauke tapi tidak dengan orang Papua, karena wilayah dan tanah Papua adalah milik Orang Papua. Apa yang Orang Papua tuntut adalah hak Orang Papua; sehingga janganlah terus menampakan wajah negara indonesia dengan kekerasan yang sistematis dan terus terjadi untuk bungkam suara kebebasan. Lalu apa solusi bagi indonesia, Silahkan berikan ruang kebebasan bagi rakyat Papua untuk menentukan masa depannya, apakah harus tetap dengan indonesia atau berdaulat sebagai bangsa dan negara merdeka yang setara dan sejajar dengan indonesia.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Share this article :

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Google+ Badge

TEMUKAN KAMI DI FACEBOOK

Free West Papua

Free West Papua

Freedom Now

Freedom Now

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

KIRIM PESAN ANDA

Nama

Email *

Pesan *

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berjuang Tanpa Batas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mesak Kedepa
Proudly powered by Blogger