EMPOWERMENT MAKE IN COMUNITAS PAPUA (MEMBUAT TENAGA YANG LEBIH KUAT DI KOMUNITAS PAPUA - Berjuang Tanpa Batas
Headlines News :

Bebas

Bebas
Home » » EMPOWERMENT MAKE IN COMUNITAS PAPUA (MEMBUAT TENAGA YANG LEBIH KUAT DI KOMUNITAS PAPUA

EMPOWERMENT MAKE IN COMUNITAS PAPUA (MEMBUAT TENAGA YANG LEBIH KUAT DI KOMUNITAS PAPUA

Written By Mesak Kedepa on Kamis, 27 Agustus 2015 | Kamis, Agustus 27, 2015



Membuat tenaga yang lebih kuat di komunitas papua, Umpamanaya: Mereka kasih panah dan busur, agar kami tuju suku lebih kuat. PT.Freeport Indonesia (PTFI) adalah: perusahaan raksasa dunia dan terlama beroperasi diatas hak ulayatnya Tujuh suku yang ada di pegunungan tengah Papua, yang bersekolah/berkualifikasi adalah 24 Negara. Perusahaan tersebut perusahaanaffiliasi dari Freeport Copper and Gold    yang beroperasi di Indonesia, sedangkan Amerika adalah pemiliknya.
Dari kedua negara yang sedang beroperasi, membuka peluang bangsanya untuk maju dan berkembang dalam segala hal pembangunan dengan kemajuan teknologi dan Industri. Freeport menyediakan fasilitas dan sistem operasi yang lengkap bagi karyawan untuk maju dan berkembang ke arah profesional, selain itu, dibekali juga dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pola bisnis, agar negaranya berkembang untuk maju dalam segala hal bisnis yang dijalankannya.
Dalam situasi yang serba canggih ini, karyawan Tujuh suku   menghadapi tantangan yang luar biasa, karena dari tahun ketahun, Tujuh suku hanya termotivasi untuk bekerja lebih aktif untuk meningkatkan produksi PT Freeport Indonesia.
Dalam situasi ini, karyawan papua perlu memahami baik bahwa Freeport adalah pintu dan rangkuman membaca perubahan dan perkembangan dunia industri secara praktis, agar melaluinya karyawan orang papua berusaha untuk berubah. Bagi 7 Suku nama Tujuh suku adalah pintu untuk bicara kemajuan karyawan orang papua berubah. Mulai dengan  budaya pikir anda  yakni  budaya pesta. Dalam pesta babi dibeli satu orang untuk semua makan.
Tujuh Suku adalah sebutan penghormatan Menejemen Freeport Indonesia untuk beberapa suku asli yang hidup di area konsesi PT Freeport Indonesia baik karyawan maupun masyarakat adat. Mereka adalah pemilik hak ulayat yang sedang dioperasikan oleh 24 Negara yang beralamat di Tembagapura.
Selain Freeport beroperasi  block A  juga berexpansi ke Block B Sugapa dan Komopa, dalam wilayah Kabupaten Intang Jaya dan Paniai, namun  ruang gerak Tujuh suku  untuk menghadapi tantangan ini belum siap. Ini kendalah besar bagi Tujuh suku ke depan,sehingga dibentuk sebuah Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku.
Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku adalah sebuah konsep lompatan pemikiran karyawan Tujuh suku untuk mengelolah Identitas dan harga diri/Martabat Tujuh suku yang hilang ditengah persaingan.
Melalui Departemen baru ini Tujuh suku membuka peluang untuk menata diri mengantisipasi ancaman Tujuh suku ke depan, agar terlibat lansung dalam organisasi untuk ruang gerak Tujuh suku melalui pintu pemberdayaan, agar terwujud apa yang disebutbalance of life  diantara semua bangsa yang mencari makan di Perusahaan PT Freeport Indonesia  ini.
Membangun Mitra Menejemen untuk Seluruh Jobsite  PT. Freeport Indonesia dari portsite sampai Grasberg. termasuk  semua divisi area dengan cara menggalih potensi Tujuh suku kemudian menjadi sebuah system yang mengantar Tujuh suku  ke arah professional.
Menggalih dan menemukan harga diri dan Martabat Tujuh suku dengan cara Identifikasi tentang Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman, agar  nama Tujuh suku layak difungsikan kedalam sistem menejemen organisasi perusahaan.
Tujuh Suku tidak hanya termotifasi untuk bekerja lebih aktif  menyelesaikan masalah saja, melainkan terlibat kedalam system organisasi perusahaan sebagai pengambil keputusan.
Gerakan Tujuh suku untuk berubah kearah  lebih professional perlu dibutuhkan pola dan konsep, bukan menyebar issu-issu yang tidak ada kaitanya dengan perubahan baru di jobsite PT Freeport Indonesia.
Karena itu karyawan Tujuh suku sadar bahwa PT Freeport Indonesia adalah sebuah peluang emas untuk ruang persaingan dengan menggunakan system global dengan mengikuti, standard kerja dan sop yang berlaku dalam perusahaan ini.
Masalah tersebut akan bisa terlihat melalui alat analisa yakni yang dalam bahasa Indonesia adalah Kekuatan, Kelemahan, Ancaman dan Peluang. Dimana ada kekuatan, disitu ada kelemahan, dimana ada peluang disitu ada ancaman. Kesimpulan dari hasil analisa ini melahirkan Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku.
Jalur atau tempat Tujuh suku bekerja untuk berkembang dan berdayaguna secara teknis  dengan cara kontrol dan evaluasi kinerja kerja Tujuh suku  di jobsite, agar memiliki pendidikan, pengetahuan dan keterampilan, menuju perubahan baru ke depan.
Suatu proses yang dilakukan terhadap individu (Tujuh Suku) agar ia memiliki otonomi, motivasi dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu pilihan cara kerja tertentu yang dapat memberikan rasa kepemilikan dan tanggung jawab ketika berusaha mencapai Tujuhan organisasi.  agar Tujuh suku, selain termotifasi untuk bekerja lebih aktif di lapangan juga termotivasi untuk  bekerja lebih aktif kedalam system menejemen untuk mengenal dan memahami nilai nilai dari sebuah organisasi perusahaan melalui pembentukan sebuah Departemen baru dan diberi nama Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku.
 Departemen Pemberdayaan Tujuh Suku  ini disusun sebagai ketentuan pokok yang dapat dijadikan sebagai kerangka Berdasarkan/landasan untuk melaksanakan semua bentuk kegiatan pemberdayaan, yang mengacu pada  tiga prinsip dasar yaitu:
1.       Empoweraing       (Pemberdayaan).
2.       Ability                  (Kemampuan).
3.       Protection            (Perlindungan).
Maksudnya Tujuh suku diberdayakan melalui proses pemberdayaan untuk memilikih  kemampuan, dan kemampuan yang dimilikinya mandorong karyawan berubah untuk mandiri. Selain sebagai ketentuan pokok, pedoman ini juga memberikan arah bagi dan implementasinya. Oleh sebab itu pedoman ini hendaknya dapat dipahami bersama oleh seluruh anggota Kelompok, sehingga ap m hidudapedoman ini dapat dilaksanakan dan diamalkan dalam menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan  menuju penguatan Kelompok yang mandiri.
Buku pedoman ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya serta bermanfaat bagi anda yang takut akan kehilangan identitas kami Tuju Suku yang memerlukan perubahan diri, keluarga dan lingkungan
Timur Matahari mendorong Tujuh suku berpikir  dua kali untuk dirinya berubah dan harapan Hasrat  ini  bagaimana yaa. Tuju suku harus Menamakan Tujuh suku adalah nama kolektif yang mempunyai kesamaan dalam hal hubungan tertentu berbudaya peluang dan berbusana koteka dan diikat oleh hubungan darah
Karyawan Tuju Suku tidak berdaya dalam menghadapi tantangan era globalisasi, biarpun kami bekerja dalam system kerja yang mengolbal. Hal ini di sebabkan karena karyawan Tujuh suku termotivasi untuk bekerja lebih aktif dalam mengerjakan pekerjaan di lapangan disertai dengan control safety yang baik.
Diatas peluang emas ini, pihak Tujuh suku bertemani dengan tantangan baru dan tantangan itu akan dibuka peluang bagi Tujuh suku ke depan dan masa depan.

Di Poskan Oleh: ALUWISIUS KEDEPA

Share this article :

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Google+ Badge

TEMUKAN KAMI DI FACEBOOK

Free West Papua

Free West Papua

Freedom Now

Freedom Now

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

KIRIM PESAN ANDA

Nama

Email *

Pesan *

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berjuang Tanpa Batas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mesak Kedepa
Proudly powered by Blogger