Sepotong Tali Manila Jadikan Sebuah Noken Bagaikan Bintang Fajar - Berjuang Tanpa Batas
Headlines News :

Bebas

Bebas
Home » » Sepotong Tali Manila Jadikan Sebuah Noken Bagaikan Bintang Fajar

Sepotong Tali Manila Jadikan Sebuah Noken Bagaikan Bintang Fajar

Written By Mesak Kedepa on Senin, 16 November 2015 | Senin, November 16, 2015


 
Kerajinan Tangan /Putri Papua
Salut-Nya se-orang  wanita dari asal West Papua, mengembangkan dibidang seni dan kerajinan tangan sebuh tali manila merubahkan sebuah noken mempersiskan dengan Bintang Fajar Timur.
konsepan wanita dari asal Papua sebuah noken mempersisasikan dengan bintang fajar timur (Bintang Kejora) puteri Papua ini dia benar-benar memaklumi dengan visual bendera Bintang Kejora, bentuknya, warnanya, sangat mengenali dengan lebih detail.
Dengan justru dia mengenal bintang fajar dengan benar-benar, maka tentunya  wanita itu  dia  ingin mengvisualisasikan dan menghayal bahwa gambaran bendera Bintang Kejora  ini mengkreatifitasi  melaluhi sebuh noken jadikan Bintang Kejora.

Tujuan dari pada itu  bukan karena pekah yang lain  tetapi seluruh rakyat Papua memiliki rasa kegembiraan pada bintang fajar itu, demi waktu ke waktu, hari ke hari berfikir bahwa  inilah bintang kejora yang membudayakan dari tulang belulang kami hingga saAt inipun masih berada dalam perampasan, dan rasa intraksi  satu sama lain dan bisa mengasimilasikan  dengan  lambang fajar timur itu secara optimal. Mengapa selalu merebut dengan Bintang Kejora yang seintan ini. Bukan bintangnya merebut tapi pemilik bintangnya yang  dipunahkan dan menerebutkan dari orang-orang luar, dengan penyebab itu pemikiran mereka bintang fajar harus menggugatkan atau menghambisi, hal ini rakyat Papua,  kami bingun dengn stigma itu, bintang fajar timur tetap suatu saat berkibar di bumi pulau Cendrawasih.
Bintang kejora bukan sesuatu perampasan serta bukan karena sesuatu itu di curi dari Negara melayu, bukan baku rampas  oleh Negara-negara yang tidak tahu diri ,tetapi kami tahu bahwa bintang fajar itu, Tuhan sendiri  di berikan kepada seluruh rakyat  Papua barat selagi  menikmati dengan memandikan dengan  darah dari darah, air mata dari air mata atas kesalahan kaum etatisme.

Kami tahu bahwa bintang fajar timur bangsa melayu rumit untuk mengcabut akarnya, apapun yang skenario bangsa-bangsa imperialisme kami terimah dengan baik apa adanya, sebab dengan jelas kami tidak berdosa kami tahu bahwa bintang fajar, Tuhan sendiri berikan kepada rakyat bangsa Papua barat, hal itu pasti Tuhan melihat kepada kami.

Bintang fajar tetap akan berkibar di bumi Cendrawasih alasan apapun yang nalarkan bangsa lain semuanya pemikiran naïf dan alasan-alasan yang selama ini terjadi ini sangat mengkomedikan Negara lain, sudah memaklumi pulau Papua milik bangsa Papua barat, bintang fajar miliki ras Malanesia Papua barat, kekayaan berlimpah-limpah pemiliknya orang Papua, hal-hal ini pasti semuanya terjadi di mata Tuhan.

Bintang fajar bukan miliki dua  pihak tetapi hanya satu pihak yang mengspesifikasikan pada rakyat Papua barat, kami bingun dengan bangsa melayu ikut terlibat ini, jika Anda ingin menikmati, menikmatilah dengan pekah etika,  karena  saya tahu bahwa Anda adalah pihak kedua yang tidak memiliki hukum HAM dan tidak berpatokan pada UU yang terapkan pada lembaga negara Indonesia .
Jika wanita Papua mengembangkan  hasil  karya tangan  melaluhi tali manila, jadikan sebuah noken medium bintang fajar itu sesuatu yang sangat intan, dengan justru mengembangkan sebuh noken melaluhi kreatifitas itu menandakan bahwa  bintang fajar sudah membudayakan,walaupun Negara lain rampas menghancurkan hal itu cerita omong kosong.
Maka kapanpun bintang fajar tetap berkibar didunia pulau Cendrawasih tidak ada orang yang berani untuk di curi dll. Mana mungkin dicuri bintang fajar yang tercek dengan  dalam lubuk hati ini digugatkan.
Tak orang yang   dicuri kapanpun ada beberapa orang   untuk keinginan tinggi untuk  dicuri  tapi itu hanyalah mimpi siang hari. kata orang "segala sesuatu jangan lebih dari satu yang anda di bakatkan itu untukmu walaupun  tukang sapi dipinggir jalan itulah buat nasib negaramu". Itulah harus bakatkan dengan sepenuh hati  jangankan anda ingin mau dicuri pemilik orang lain,setiap orang harus berfikr bahwa, yang pertama yang Anda dapatkan itulah untuk  yang baik buruk  yang terjadi  dari belakan itu untuk  milik orang lain.
Misalnya untuk Indonesia mengapa selalu merebut  dengan bedera bintang kejora (Bintang Fajar) sudah tahu bahwa bendera Merah Putih  sudah di miliki pada tahun 1945.Tapi malah di minta lagi, hal-hal ini orang lain selalu bingung dengan watak-watak  semacam ini, berarti memanng negara  ini tidak ada hukum yang terpadu.
Saya merenung dengan  suara nyaring untuk  seluruh rakyat Papua, kami jangan pernah kecil hati, apapun yang terjadi kami akan tetap menghadapi tanpa mengeluh.


 Target,
DOA adalah SENJATA

Share this article :

0 PAPUA:

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Tetap Teguh Dalam Perjuangan

Google+ Badge

TEMUKAN KAMI DI FACEBOOK

Free West Papua

Free West Papua

Freedom Now

Freedom Now

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

HIDUP SEKALI,MATI SEKALI

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

SATU KOMANDO MENUJU KE MSG

KIRIM PESAN ANDA

Nama

Email *

Pesan *

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berjuang Tanpa Batas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mesak Kedepa
Proudly powered by Blogger